Rabu, 26 September 2012

Perjuanganku bersama Mama

     Disaat aku lulus SMP aku bingung memilih sekolah karena nilaiku yang pas-pas an,tapi ku coba daftar disekolah negeri dululah coba-coba siapa tau saja diterima. Aku kesana bersama Papahku untuk mendaftar,setelah nunggu beberapa hari pengumuman ternyata aku persis dibawah orang yang diterima dengan kata lain aku gagal diterima di SMA negeri. Saat mau mengambil Ijazah dan lain-lain bareng Mamaku ternyata salah satu guru bilang, Ibu jangan di ambil dulu Ijazahnya siapa tau ada yang gagal daftar ulang,anak Ibu kan ada diposisi persis di bawah anak yang di terima. Tutur Ibu guru tersebut kepada Mamaku. Mamaku pun menuruti guru tersebut untuk mengambilnya ke esokan harinya. Aku pikir aku masih ada harapan setelah guru tersebut berbicara demikian. Setelah keesokan harinya aku datang bersama Mamaku dan menanyakan posisiku bisa diterima tidak. Tak ada kesempatan buatku,rasa kecewa tumbuh di diriku yang amat dalam seperti ingin memaki siapa saja yang ada,seharian aku hanya bengong di dalam kamar. Mamaku masuk ke kamarku dan bilang kamu harus sekolah karena sekolah itu penting buat masa depanmu, apa bedanya sekolah negeri dengan swasta?sama-sama di ajarkan materi,sama-sama ikut Ujian Nasional. Emangnya dengan sekolah di negeri kamu gak ikut Ujian Nasional?sama sajakan, malah di swasta kamu jadi belajar agama lebih banyak,selama ini kan kamu jarang mempelajari agama yang lebih mendalam. Hitung-hitung udah dapet ilmu pelajaran dapet juga ilmu agama, setelah Ibuku berbicara seperti itu aku menangis dan ngomong maafkan aku mah udah buat mama kecewa karena aku gak bisa....

    sebelum ku menyelesaikan ucapanku mamaku memeluk dan bilang iya gak apa-apa, kamu sudah berusaha. Sekarang terserah kamu mau daftar dimana yang enak dan nyaman buat kamu mencari ilmu. Mama hanya mendukung kamu. Aku bahagia punya mama seperti mamaku ILOVEYOU mamah...:)



Rabu, 12 September 2012

Menjenguk Sahabatku

    ketika mendengar berita sahabatku agus dirumah sakit karena kecelakaan yang di alaminya saya langsung datang menjenguknya bersama teman-temanku. Melihat keadaannya yang buruk kami tak tega untuk masuk melihatnya, tapi ku beranikan untuk mengatahui kondisinya. Kami masuk sambil mengetuk pintu dan memberi salam assalamualaikum oleh ibu Agus kami dipersilahkan masuk dan duduk, saya berbincang-bincang gimana kronologis kejadiannya dengan Agus, dia berbicara panjang lebar gimana bisa terjadi kecelakaan itu. Setelah saya berbincang dengan Agus saya berbincang dengan Ibunya menanyakan apakah kondinya baik-baik saja dan apa kata dokter? Ibunya menjawab kata dokter ada pembekuan darah di otaknya dan harus segera di operasi. Hah jawabku kaget, lalu bagaimana bu? akan segera di operasi sekitar 1 mingguan lagi jawabnya lagi, gak sadar aku menteteskan air mata dan berbicara ibu yang sabar ya..

   Setelah membuat Agus tertawa mengurangi rasa sakitnya, kami langsung izin pulang.sampainya dirumah saya ambil air wudhu dan sholat ashar dan mendoakannya