Rabu, 28 November 2012

GURU

KAU yang selalu Ada buat mengajar kami
KAU yang Tak pernah lelah
KAU pahlawan tanpa tanda jasa
Meski kami sering buat kau kecewa
                GURU...
                Tanpamu kami Tak ADA artinya
                Pengorbananmu yang tulus
                Keringat yang mengalir
                Demi memperjuangkan masa depan kami
Takkan ku lupakan jasa-jasamu
Maafkan kami...
GURU...

Jumat, 16 November 2012

"kerendahan hati" puisi oleh Taufik Ismail


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

Yang tegak di puncak bukit

Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,

Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Selasa, 02 Oktober 2012

Hikmah Ramadhan

  Bulan ramadhan ini tahun 2012 terasa berbeda dari tahun sebelumnya dikarenakan anggota keluargaku tak lengkap. Kakakku tak pulang di puasa pertama yah gimana lagi itu bagian lagi pekerjaannya.

   Ditengah-tengah puasa kesibukan bertambah seperti PR menumpuk,pekerjaan yang diberikan orang tua semakin banyak seperti ingin menyerah untuk tidak berpuasa,tapi niatku hilang setelah mengingat puasa itu wajib bagi agama muslim.

    Senengnya dibulan Ramadhan itu bisa bangun sahur,buka puasa itu yang menjadikan aku rindu akan bulan Ramadhan. Apa lagi hari kemenangan rasanya hati ini bahagia sekali merasa telah memenangkan dan mengalahkan godaan-godaan yang ada selama 1bulan.


hikmahnya buat aku pastinya bisa tambah iman,menahan hawa hafsu,sabar, dan lain sebagainya

bulan ramadhan pasti akan selalu berkesan dihati sampai kapan pun.

Rabu, 26 September 2012

Perjuanganku bersama Mama

     Disaat aku lulus SMP aku bingung memilih sekolah karena nilaiku yang pas-pas an,tapi ku coba daftar disekolah negeri dululah coba-coba siapa tau saja diterima. Aku kesana bersama Papahku untuk mendaftar,setelah nunggu beberapa hari pengumuman ternyata aku persis dibawah orang yang diterima dengan kata lain aku gagal diterima di SMA negeri. Saat mau mengambil Ijazah dan lain-lain bareng Mamaku ternyata salah satu guru bilang, Ibu jangan di ambil dulu Ijazahnya siapa tau ada yang gagal daftar ulang,anak Ibu kan ada diposisi persis di bawah anak yang di terima. Tutur Ibu guru tersebut kepada Mamaku. Mamaku pun menuruti guru tersebut untuk mengambilnya ke esokan harinya. Aku pikir aku masih ada harapan setelah guru tersebut berbicara demikian. Setelah keesokan harinya aku datang bersama Mamaku dan menanyakan posisiku bisa diterima tidak. Tak ada kesempatan buatku,rasa kecewa tumbuh di diriku yang amat dalam seperti ingin memaki siapa saja yang ada,seharian aku hanya bengong di dalam kamar. Mamaku masuk ke kamarku dan bilang kamu harus sekolah karena sekolah itu penting buat masa depanmu, apa bedanya sekolah negeri dengan swasta?sama-sama di ajarkan materi,sama-sama ikut Ujian Nasional. Emangnya dengan sekolah di negeri kamu gak ikut Ujian Nasional?sama sajakan, malah di swasta kamu jadi belajar agama lebih banyak,selama ini kan kamu jarang mempelajari agama yang lebih mendalam. Hitung-hitung udah dapet ilmu pelajaran dapet juga ilmu agama, setelah Ibuku berbicara seperti itu aku menangis dan ngomong maafkan aku mah udah buat mama kecewa karena aku gak bisa....

    sebelum ku menyelesaikan ucapanku mamaku memeluk dan bilang iya gak apa-apa, kamu sudah berusaha. Sekarang terserah kamu mau daftar dimana yang enak dan nyaman buat kamu mencari ilmu. Mama hanya mendukung kamu. Aku bahagia punya mama seperti mamaku ILOVEYOU mamah...:)



Rabu, 12 September 2012

Menjenguk Sahabatku

    ketika mendengar berita sahabatku agus dirumah sakit karena kecelakaan yang di alaminya saya langsung datang menjenguknya bersama teman-temanku. Melihat keadaannya yang buruk kami tak tega untuk masuk melihatnya, tapi ku beranikan untuk mengatahui kondisinya. Kami masuk sambil mengetuk pintu dan memberi salam assalamualaikum oleh ibu Agus kami dipersilahkan masuk dan duduk, saya berbincang-bincang gimana kronologis kejadiannya dengan Agus, dia berbicara panjang lebar gimana bisa terjadi kecelakaan itu. Setelah saya berbincang dengan Agus saya berbincang dengan Ibunya menanyakan apakah kondinya baik-baik saja dan apa kata dokter? Ibunya menjawab kata dokter ada pembekuan darah di otaknya dan harus segera di operasi. Hah jawabku kaget, lalu bagaimana bu? akan segera di operasi sekitar 1 mingguan lagi jawabnya lagi, gak sadar aku menteteskan air mata dan berbicara ibu yang sabar ya..

   Setelah membuat Agus tertawa mengurangi rasa sakitnya, kami langsung izin pulang.sampainya dirumah saya ambil air wudhu dan sholat ashar dan mendoakannya